TRANSFORMASI DALAM NOVEL PARIJS VAN JAVA: DARAH, KERINGAT, AIR MATA KARYA REMY SYLADO: TINJAUAN POSTKOLONIALISME BILL ASHCROFT (Transformation in Parijs Van Java: Darah, Keringat, Air Mata Novel by Remy Sylado: Review on Bill Ashcroft’s Postcolonialism)

Riqko Nur Ardi Windayanto

Abstract


Penelitian ini bertujuan menguraikan bentuk-bentuk transformasi dalam novel Parijs van Java: Darah, Keringat, Air Mata karya Remy Sylado. Konstruksi-konstruksi relasi antara pribumi dengan penjajah merupakan bagian dari pendekatan postkolonialisme. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana transformasi direpresentasikan dalam novel Parijs van Java: Darah, Keringat, Air Mata. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode dialektik dan teori postkolonialisme Ashcroft terkait transformasi, yaitu representasi-apropriasi; perlawanan politik dan kultural; transformasi bahasa, sejarah, dan tempat; serta habituasihorizontalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) representasi-apropriasi terkait dengan peniruan pribumi terhadap budaya, seni, ekonomi, dan politik Belanda; (2) perlawanan politik dan kultural dilakukan melalui pergerakan kebangsaan, politik, dan usaha nonkooperatif; tranformasi bahasa, sejarah, dan tempat meliputi penguasaan pribumi terhadap bahasa Belanda; (4)  habituasi dan horizontalitas berkaitan dengan perlawanan fisik terhadap orang-orang Belanda dan pribumi propenjajah.

 

This research aims to explain the forms of transformation in Parijs van Java: Darah, Keringat, Air Mata novel by Remy Sylado. The constructions of relation between colonized and colonizer society are the part of postcolonialism approach. The case of this research is how is the transformation represented in Parijs van Java: Darah, Keringat, Air Mata novel. This research is qualitative research using dialectical method and postcolonialism theory by Ashcroft that explaining about transformation, such us representation-appropriation; political and cultural resistence; language, history, and place’s transformation; habituation-horizontality. The result shows that (1) representation-appropriation relate to colonized’s imitation of Dutch’s culture, art, economy, and politic; (2) political dan cultural resistence carried out through nation movement, politic, dan non-cooperative bussiness; (3) language, history, and place’s transformation include colonized’s mastery of Dutch language; (4) habituation and horizontality relate to physic resistence to Dutch society and colonized who are pro-colonizer.


Keywords


transformasi; novel; postkolonialisme; Bill Ashcroft; transformation; postcolonialism

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.26499/wdsra.v3i1.99

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


height=  

WIDYASASTRA INDEXED BY: