POTRET KEMISKINAN DALAM CERPEN “DARI JENDELA YANG TERBUKA”, “GAJAH MATI”, DAN “WIWIAH YANG BERTERBANGAN” KARYA OLYRINSON (Portrait of Poverty in “Dari Jendela Yang Terbuka”, “Gajah Mati”, and “Wiwiah Berterbangan” Short Stories by Olyrinson)

Marlina Marlina

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kehidupan masyarakat Melayu Riau yang tinggal di sekitar ladang minyak dan lahan perkebunan yang terdapat di dalam cerpen “Dari Jendela yang Terbuka”, “Gajah Mati” dan “Wiwiah Berterbangan” karya Olyrinson. Untuk memperoleh gambaran yang lengkap sesuai tujuan penelitian digunakan metode deskriptif analitis dengan pendekatan sosiologi sastra. Metode ini dilakukan dengan cara mendeskripsikan fakta-fakta yang kemudian disusul dengan analisis. Sosiologi sastra adalah teori yang mengkaji hubungan antara karya sastra dan masyarakat. Data penelitian diambil dari buku antologi cerpen Olyrinson yang berjudul “Saat yang Tepat untuk Menangis”. Hasil analisis menunjukkan bahwa cerpen-cerpen Olyrinson menggambarkan realita kehidupan masyarakat Melayu di Riau, terutama masyarakat pedalaman yang tinggal di sekitar ladang minyak dan perkebunan sawit. Gambaran yang diperoleh ialah bahwa masyarakat Melayu (1) masih hidup terbelakang, (2) hidup di bawah garis kemiskinan, (3) tergusur oleh perluasan lahan perusahaan minyak dan perkebunan sawit, dan (4) mendapatkan ancaman dari hewan liar yang habitatnya terganggu oleh perluasan lahan tersebut.



This study aims to describe the life of Melayu Riau people who live in the vicinity of oil fields and plantation lands in cerpen “Dari Jendela yang Terbuka”, “Gajah Mati” and “Wiwiah Berterbangan” short stories by Olyrinson. To obtain a complete portrait according to research objectives, descriptive analytical method with a sociological literature approach was used. The method was conducted by describing facts which was then followed by analysis. Sociology of literature is theory that study about the relationship between literary work and society. The research data was taken from short stories anthology by Olyrinson entitled “Dari Jendela yang Terbuka”, “Gajah Mati” and “Wiwiah Berterbangan”. The result shows that the short stories by Olyrinson portray reality of life of Melayu people in Riau, particularly in remote area in the vicinity of oil fields and palm plantation lands. The portrayal shows that Melayu people are (1) living underdeveloped, (2) living under poverty line, (3) displaced by development oil companies and palm plantation, (4) threatened by wild animals that felt disturbed by the land expansion.


Keywords


masyarakat Melayu Riau; sosial-ekonomi; sosiologi sastra; Melayu Riau people; social-economy; sociology of literature

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.26499/wdsra.v3i2.87

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


height=  

WIDYASASTRA INDEXED BY: