MEMAHAMI IDEOLOGI KULTURAL MASYARAKAT BENUAQ MELALUI CERITA PERANG DAN PERBUDAKAN (Understanding the Cultural Ideology of Dayak Benuaq Through The Story of War And Slavoration)

Aquari Mustikawati

Abstract


Penelitian ini berusaha mengungkap ideologi kultural dalam cerita rakyat Dayak Benuaq. Ideologi kultural tersebut terutama berkaitan dengan perang dan perbudakan masyarakat Benuaq dalam cerita rakyat “Putri Inuinang Jadi Ratu” dan “Bunyik si Budak Runtuhkan Mantiq”. Masalah penelitian ini adalah bagaimana konsep pemikiran masyarakat Dayak Benuaq sebagai ideologi kultural mereka yang berhubungan dengan perang dan perbudakan dalam kedua cerita rakyat tersebut? Penelitian ini menggunakan metode etnografi, yaitu mendeskripsikan dan menafsirkan ideologi kultural suatu komunitas pada masa perang dan perlakuan mereka terhadap budak rampasan perang. Dengan menggunakan teori antropologi budaya, penelitian ini menganalisis budaya perang dan budak dalam cerita rakyat Dayak Benuaq. Hasil temuan menunjukkan bahwa peperangan Dayak Benuaq masa lampau dilakukan untuk memperebutkan wilayah adat dan menunjukkan dominasi kekuasaan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa seorang budak dalam masyarakat Dayak Benuaq menurut cerita “Putri Inuinang Jadi Ratu” dan “Bunyik si Budak Runtuhkan Mantiq” statusnya dapat berubah menjadi manusia merdeka, bahkan menjadi pemimpin suku dikarenakan jasanya dalam mengusir dan membunuh musuh.



This research attempts to reveal the cultural ideology in the Benuaq Dayak folklore. This cultural ideology is mainly related to war and the enslavement of the Benuaq people in the folk tales of “Putri Inuinang Jadi Ratu” and “Bunyik si Budak Runtuhkan Mantiq”. The problem of this research is how is the way of thinking of the Dayak Benuaq community as their cultural ideology related to war and slavery in the two folk tales? To solve the problems and to achieve goals, ethnographic methods are used to describe and to interpret cultural ideology of a community during war t ime and their treatment toward slaves. By using cultural anthropological theory, this study analyzes the culture of war and slaves in the Dayak Benuaq folklore. The result shows that the past Dayak Benuaq wars were carried out to fight over customary territories and to show domination of power. The results of the research it can be concluded that a slave in the Dayak Benuaq community according to the story “Putri Inuinang Becomes Ratu” and “Bunyik Si Slave Runtahkan Mantiq”, can turn into a free human, even become a tribal leader because of her ability in kicking out and killing enemies.


Keywords


perang; budak; ideologi kultural; antropologi; cerita rakyat; war; slaves; cultural ideology; anthropology; folklore

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.26499/wdsra.v3i2.86

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


height=  

WIDYASASTRA INDEXED BY: