ANALISIS UNSUR INSTRINSIK DAN NILAI-NILAI PADA CERITA RAKYAT “BARIDIN” (INTRINSIC ELEMENTS AND VALUES ON “BARIDIN” FOLKLORE)

Aisyah Aisyah, Tato Nuryanto, Indrya Mulyaningsih

Abstract


Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kabar tentang pelajar yang sudah mengesampingkan cerita rakyat sehingga pada penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang unsur instrinsik dan nilai-nilai pada cerita rakyat “Baridin”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah informan yang mengetahui cerita rakyat “Baridin” di Desa Gegesik Kecamatan Jagapura Kabupaten Cirebon. Teknik yang digunakan pada penelitian ini yaitu teknik wawancara dan observasi. Validasi data pada penelitian ini dengan meningkatkan ketekunan pengamatan dan melakukan triangulasi sumber data. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman dengan empat tahap yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada cerita rakyat “Baridin” terdapat unsur instrinsik sebagai berikut (1) tema : cinta berujung kematian; (2) alur : alur maju; (3) latar tempat : di rumah Baridin, di rumah Ratminah, di jalan hendak ke sawah, dan di sawah. Latar suasana : senang dan sedih (patah hati). Latar waktu : pagi hari, sore hari, dan petang hari. Latar keadaan sosial : musim paceklik dan memiliki kepercayaan yang tidak sejalan dengan syariat islam; (4) tokoh/penokohan : Baridin dengan watak keras kepala, pasrah, polos. Suratminah dengan watak sombong. Mbok Wangsih dengan watak penurut. Gemblung dengan watak pemarah dan pendendam. Bapak Dam dengan watak sombong; (5) sudut pandang : orang ketiga pelaku utama; (6) amanat: jangan sombong, saling menolong dalam hal kebaikan. Nilai-nilai pada cerita rakyat “Baridin” yakni (1) nilai moral; (2) nilai sosial; (3) nilai agama; (4) nilai budaya.

 

This research is motivated by students who begin to rule out folklore so that this research aims to describe the intrinsic elements and values of “Baridin” folklore. The research method used is descriptive qualitative method. The data source in this study is the informant who knows the folklore “Baridin” in the village of Gegesik, Jagapura District, Cirebon district, The technique used in this study is to improve the perseverance of observation and triangulation of data sources. Data analysis was performed using the Miles and Huberman model with four stages namely data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that the “Baridin”folklore contained intrinsic elements as follows (1) theme: love leads to death; (2) plot: forward plot; (3) setting place: at Baridin’shouse, at Suratminah’s house, on the road going to rice fields, in rice fields. Time setting: morning, evening. Social situation setting : famine and having beliefs that are not in life with islamic law; (4) character/ characterization: Baridin with a stubborn, resign, plain character, Ratminah with arrogant chacarter, Mrs. Wangsih with a submissive character, Gemblung with angry and vengeful character, Mr. Dam with with arrogant character; (5) Point of view in thrid person main actor; (6) mandate: don’t be arrogant and help each other in good terms. The values in the “Baridin” folklore are (1) moral values; (2) social values; (3) religious values; (4) cultural values.


Keywords


unsur instrinsik; nilai-nilai; cerita rakyat "Baridin"; intrinsic elements; values; folklore Baridin

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.26499/wdsra.v4i2.77

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


height=  

WIDYASASTRA INDEXED BY: