RAJA ALI HAJI DAN NARASI EROTISNYA (King of Ali Haji and Its Erotical Naration)

Mustari Mustari

Abstract


Raja Ali Haji dikenal sebagai soerang sejarawan, bahasawan, sastrawan, budayawan, sekaligus ulama Melayu pada abad ke-19. Raja Ali Haji terkenal sebagai seorang yang pintar menggunakan bahasa sebagai medium penyempaian ide-idenya. Tutur bahasanya sopan dan enak dibaca. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa Raja Ali Haji juga bisa bermain-main dengan bahasa dan narasi erotis. Kepiawaiannya itulah yang menjadi sorotan dalam kajian ini. Maka tujuan kajian ini ialah mehamai Raja Ali Haji dari sisi narasi-narasi erotisnya. Penelitian ini menggunakan paradigma naratif yang dikembangkan oleh Walter Fisher. Pemikiran Fisher berupaya menggambarkan dan menjelaskan komunikasi sebagai storytelling. Storytelling bukan aktivitas sesaat, melainkan proses bagi manusia untuk merasakan dunia dalam berkomunikasi satu sama lainnya. Temuan kajian ini ialah Raja Ali Haji merupakan seorang storyteller yang piawai memainkan bahasa dengan gaya apa pun sehingga ketika ia masuk dalam narasi-narasi erotis, ia tetapi tidak terjebak dalam bahasa cabul yang vulgar. Dengan demikian, penelitian ini menemukan argumentasi (rasionalaitas naratif) yang tersirat dalam kisahannya yang tersusun dengan rapih dalam bait-bait syair erotisnya.

Raja Ali Haji was known as historian, linguist, poet, cultural observer, and Malay clergy in 19th century. Raja Ali Haji was known as smart person in using language as medium for delivering his ideas. His language expression is polite and delicate to read. On the other side, less people known that Raja Ali Haji was good at playing languages and erotic narration. His skill is the focus on this review. The aim of the review is to understand Raja Ali Haji from the sides of his erotic narration. This research uses narrative paradigm as developed by Walter Fisher. Fisher’s paradigm is portraying and explaining communication as storytelling. The storytelling is not temporal activity, but a process for human to fell the world in communicating one another. The finding of the review is Raja Ali Haji is a storyteller who was master at any stylistic so that he was able to be involved in his erotic narrations. On the other side, he was not trapped in porn and vulgar language expressions. Hence, this research found argumentation (rationality narrative) as implied in his story which was arranged beautifully in his erotic verses.

Keywords


Raja Ali Haji; narasi erotis; paradigma naratif; Wolter Fisher; erotic narration; narrative paradigm

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.26499/wdsra.v2i1.66

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


height=  

WIDYASASTRA INDEXED BY: