BERPIKIR POSITIF SEBAGAI SALAH SATU SIKAP HIDUP JAWA (Positive Thinking as One of the Javanese living Attitude)

Pardi Suratno

Abstract


Kehadiran karya sastra tidak dapat dilepaskan dari kehidupan masyarakatnya. Sastra memuat pemikiran atau pandangan masyarakat yang terekspresi melalu pemikiran dan tindakan tokoh. Artikel ini mengambil fokus telaah berpikir postif masyarakat Jawa dalam memandang kehidupan dalam novel Saking Papa dumugi Mulya karya Asmawinangun dalam perspektif sosiologi sastra dengan pendekatan prinsip pollyanna. Novel terbitan Bale Pustaka (1928) memuat sikap positif masyarakat Jawa dalam pemikiran dan tindakan tokoh cerita, antara lain, adalah pemikiran yang memandang hidup secara positif, pemikiran positif untuk menyenangkan orang lain, dan pemikiran positif berupa optimistis dalam menghadapi hidup dalam segala kondisi. Novel Jawa Saking Papa dumugi Mulya menawarkan nilai-nilai yag mengarah terhadap berpikir positif.

The appearance of literary work could not be separated from society. The literature contains ideas or reflections of the society that is expressed through the figure’s thought or behaviors. This article takes the focus on the positive thinking study of Javanese people in looking at life in the novel Saking Papa dumugi Mulyaby Asmawinangun from the perspective of sociology literature with the Pollyanna principle approach. The novel was published by Bale Pustaka (1928) contained positive thinking attitude of Javanese people in the thought or behaviors of the characters of the story, such as the thought that view this life positively, positive thought to please someone else, and positive thought like optimistic in facing life in every condition.

Keywords


pemikiran; positif; sosiologi; pollyanna; thought; positive; sociology; Pollyanna

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.26499/wdsra.v1i2.59

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


height=  

WIDYASASTRA INDEXED BY: