TINDAKAN RADIKAL DALAM CERPEN “SARMAN” KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA: PERSPEKTIF SLAVOJ ŽIŽEK (Radical Action in “Sarman” Short Story by Seno Gumira Ajidarma: Slavoj Žižek Perspective)

Heny Angreini

Abstract


Subjek (pengarang) mengontestasikan ideologinya melalui tulisan (karya sastra) kepada pembaca, tetapi subjek (pengarang) tidak lepas dari ideologi yang menjeratnya—justru subjek (pengarang) menikmati—berada di dalam konstruksi yang memiliki ideologi yang bertentangan tersebut. Di sini-lah, keotentikan subjek (pengarang) dipertanyakan—diragukan, yaitu melawan atau menikmati keberadaannya, sementara tulisan (karya sastra) yang dapat digunakan untuk melawan, hanya sebatas impian. Tujuan penelitian ini, yaitu akan terjelaskan bahwa untuk menjadi subjek (pengarang) otentik, maka subjek (pengarang) harus keluar dari struktur-struktur yang membelenggu, yang artinya subjek (pengarang) harus melawan ideologiideologi  besar—berkuasa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Menggunakan sumber data cerpen “Sarman” karya Seno Gumira Ajidarma.  Sumber data tersebut dianalisis dengan menggunakan perspektif Žižek, yaitu tindakan radikal subjek (pengarang) untuk menjadi otentik. Hasil dari penelitian ini adalah Seno Gumira Ajidarma, penulis cerpen “Sarman”, bukan seorang pengarang yang otentik. Ini tampak dari cerpen “Sarman” sendiri, yang tidak bisa menjadi subjek otentik. Tokoh Sarman menggambarkan sosok pengarangnya, Seno Gumira Ajidarma yang juga tidak bisa menjadi subjek otentik dilihat dari: (1) Seno menerima beberapa penghargaan atas kepengarangannya, walaupun ia pernah menolak sebuah penghargaan kesusastraan dari Freedom Institute; (2) Seno mengajar di IKJ pada mata kuliah Penulisan Kreatif dan Kritik Film ; (3) Seno mendirikan beberapa majalah sastra dan juga seorang wartawan. Namun, Seno sebagai seorang subjek, berkeinginan memperoleh kebebasan, tanpa adanya tatanan simbolik yang mengatur atau menundukkan ego-nya.


The subject (author) contests his ideology through writing (literary work) to the reader, but the subject (author) is inseparable from the ideology that ensnares him — precisely the subject (author) enjoys — being in the construction that has the conflicting ideology. Here, the authenticity of the subject (author) is questioned — doubtful, that is, fighting or enjoying its existence, while writing (literary work) that can be used to fight, is only limited to dreams. The purpose of this study is to explain that to be an authentic subject (author), the subject (author) must come out of shackling structures, which means that the subject (author) must fight the great ideologies in power. This study used the descriptive qualitative method. Use the “Sarman” short story data source by Seno Gumira Ajidarma. The data sources were analyzed using Žižek’s perspective, namely the radical action of the subject (author) to be authentic. The results of this study are Seno Gumira Ajidarma, “Sarman’s” short story writer, not an authentic author. This can be seen from “Sarman’s” short story, which cannot be an authentic subject. Sarman figure describes his author, Seno Gumira Ajidarma who also cannot be an authentic subject seen from (1) Seno received several awards for his authorship, even though he had rejected a literary award from the Freedom Institute;(2) Seno teaches at IKJ in the course of Creative Writing and Film Criticism; (3) Seno founded several literary magazines and also a journalist. However, Seno as a subject desires to obtain freedom, without the symbolic order that governs or subdues his ego.

Keywords


subjek otentik; fantasi ideologi; tindakan radikal; sinisme; authentic subject; ideological fantasy; radical action; cynicism

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.26499/wdsra.v1i2.55

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


height=  

WIDYASASTRA INDEXED BY: