ISLAMISASI DALAM SASTRA BABAD: KAJIAN KISAH KELAHIRAN JAKA TARUB DALAM BABAD MAJAPAHIT DAN PARA WALI (ISLAMIZATION AS LEGITIMATION OF POWER IN BABAD MAJAPAHIT AND PARA WALI)

Sri Haryatmo

Abstract


Objek kajian ini adalah kisah kelahiran Jaka Tarub dalam Babad Majapahit dan Para Wali (BMPW) yang dikaitkan dengan kajian islamisasi. Sesuai dengan judulnya, tujuan penelitian ini adalah bagaimana munculnya islamisasi dan mengapa islamisasi itu muncul. Teori yang digunakan adalah teori transformasi. Adapun metode yang digunakan adalah deskriptif analitik. Hasilnya adalah bahwa kisah Kelahiran Jaka Tarub dalam Babad Majapahit dan Para Wali merupakan karya transformasi dari Kisah Kelahiran Jaka Tarub dalam Babad Tanah Jawi. Dalam transformasi karya itu terjadilah perubahan nama tokoh-tokohnya, alur cerita, serta terjadi penghalusan perilaku tokoh. Di samping itu terjadi juga perubahan identitas tokoh dari tokoh bisaa ke tokoh bangsawan. Di samping itu, terdapat juga perubahan nama tokoh: dari nama yang namanya tidak jelas mmenjadi jelas. Semua itu dimaksudkan untuk melegitimasi kekekuasaan raja-raja Mataram. Legitimasi itu diangkat melalui silsilah atau asal-usul tokoh yang menjadi cikal-bakal  raja Mataram. Karena Kerajaan mataram dan anak-trunnya menganut agama Islam, upaya legitimasi itu juga dilakukan melalui Islamisasi tokoh-tokoh dan alur cerita, Dalam hal ini, yang perlu digarisbawahi adalah bahwa Jaka Tarub adalah tokoh sentral yang berfungsi menjadi mediator yang menjembatani terssusunlah silsilah dan asal-usul raja-raja Mataram Islam. 


The object of this study is the story of the birth of Jaka Tarub in Babad Majapahit and Para Wali (BMPW): the study of Islamization. The purpose of this study is to find out the process of Islamization and why islamization emerged. The theory used is intertextual theory. The method used is descriptive analytics. The result is that the story of Jaka Tarub’s Birth in BMPW is a work of transformation from the Birth Story of Jaka Tarub in Babad Tanah Jawi (BTJ). In the transformation of the work there is a change in the names of characters, the identities of the characters, as well as the storyline or event of the birth of the character. Change of character’s name, identity of figures from ordinary social class figures to noble figures, from Javanese names to Islamic names. In addition, there is also a change in the name of the character: from an obscure name to an obvious one. All of this was intended to legitimize the power of the kings of Mataram. Legitimacy was raised through the preparation of genealogy or the origin of figures who lowered the forerunners of the ‘origin’ of the king of Mataram. Because all  mataram people are Muslim, the legitimacy efforts against the mataram king are carried out through the Islamization of figures and storylines, in this case, what needs to be underlined is that Jaka Tarub is a central figure who serves as a mediator who bridges the genealogy and origins of Islamic Mataram kings. Thus, the genealogy of Jaka Tarub or the origin of ula Jaka Tarub is a figure of spreading islam, in this case a Seh who comes from Arabia. Even the Seh is a descendant of the Prophet Muhammad.

 


Keywords


Jaka Tarub; transformasi; legitimasi; Islamisasi; ransform; legitimasi; Islamization

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.26499/wdsra.v4i2.122

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


height=  

WIDYASASTRA INDEXED BY: