AKTOR DAN PENGAYOM SANGGAR-SANGGAR SASTRA JAWA DI YOGYAKARTA TAHUN 1991—2020 (Actors and Patrons of Javanese Literary Communities in Yogyakarta Between 1991—2020)

Yohanes Adhi Satiyoko

Abstract


Penelitian “Aktor dan Pengayom Sanggar-Sanggar Sastra Jawa di Yogyakarta Tahun 1991— 2020” adalah penelitian akumulatif dari beberapa penelitian terkait. Masalah dan tujuan penelitian dirumuskan dalam menemukan aktor-aktor kreatif sastra Jawa melalui pemetaan komunitas dan sanggar-sanggar sastra Jawa di DIY. Berkutnya adalah menemukan dan menjelaskan kehidupan sanggar-sanggar sastra Jawa tersebut dan pengayom yang mendukung kehidupan sanggar-sanggar tersebut. Pembahasan dilakukan dengan memanfaatkan teori sosiologi Talcot Parson dan pendekatan sosiologi sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahun 1991 merupakan tahun kunci kebangkitan sanggar sastra Jawa di DIY. Sastrawansastrawan Jawa memulai dan mengembangkan diri melalui Sanggar Sastra Jawa Yogyakarta (SSJY) di bawah kepengayoman Balai Bahasa Yogyakarta. Para sastrawan dari SSJY kemudian berusaha mengembangkan sastra Jawa dengan menjadi motor penggerak kelahiran sanggarsanggar sastra Jawa di berbagai wilayah di DIY. Perkembangan ini menjadikan Lembagalembaga pengayom semakin memberikan perhatian kepada kehidupan sastra Jawa.



Research on “Actors and Patron of Javanese Literary Communities in Yogyakarta between 1991—2020” is an accumulation of several related studies. Problem formulation and objectives of the study were formulated in finding creatives actors of Javanese Literature through communities mapping and Javanese literary workshops in Yogyakarta. Furthermore, is finding and explaining the life of those Javanese communities and patrons that support the life of them. The discussion was performed using sociological theory by Talcot Parson and sociology of literature approach. The result shows that year 1991was the key year of awakening Javanese communities through Sanggar Sastra Jawa Yogyakarta (SSJY) under the fostering of Balai Bahasa Yogyakarta. Actors of SSJY then struggle to develop Javanese literature by becoming motor in building Javanese literature communities (sanggar-sanggar sastra Jawa) in DIY region. The development strengthens the patrons to be more active in giving attention to the life of Javanese literature.


Keywords


aktor; sastra Jawa; pengayom; actor; Javanese literature; patron; DIY

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.26499/wdsra.v3i2.104

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


height=  

WIDYASASTRA INDEXED BY: