PERUBAHAN SIMBOLIK DALAM NOVEL CALON ARANG KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER DENGAN ANIMASI LEGENDA CALON ARANG OLEH EMPEROR EDUTAINMENT (SYMBOLIC CHANGES IN CALON ARANG NOVEL BY PRAMOEDYA ANANTA TOER WITH LEGEND ANIMATION BY EMPEROR EDUTAINMENT)

Mulia Kurniati

Abstract


Salah satu kajian yang menjadi sasaran pasar saat ini adalah ekranisasi. Sudah banyak karyakarya bentuk prosa yang dilayarputihkan menjadi film. Menggunakan pendekatan kualitatif, tulisan bertujuan mendeskripsikan perubahan-perubahan yang terjadi dalam novel Calon Arang karya Pramoedya Ananta  Toer saat ditransformasikan menjadi layar putih animasi oleh Emperor Edutainment yang sudah menghasilkan banyak karya mendidik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat (1) penciutan tokoh dan peristiwa; (2) perubahan bervariasi tokoh dan peristiwa; dan (3) penambahan peristiwa. Selain itu, terjadi perubahan simbolik yaitu hilangnya sebuah ritual yang merupakan simbol dari malapetaka yang dihadirkan dari diri Calon Arang dan murid-muridnya, dengan alasan bahwa adanya pertimbangan mengenai hakikat animasi yang dilahirkan channel Emperor Edutainment yaitu melahirkan programprogram mendidik untuk  semua usia, terkhusus anak-anak. Maka, unsur-unsur sensitif mengenai kematian tragis dan tayangan-tayangan bentuk-bentuk kekerasan yang menjadi simbol utama dalam cerita Calon Arang harus beri batasan bahkan beberapa gambaran tersebut ditiadakan atas dasar kesengajaan.

 

One of the studies that is currently the target market is ecranization. There have been many prose works that have been turned into films. Using a qualitative approach, the writing aims to find changes in the novel Calon Arang by Pramoedya Ananta Toer when it was transformed into an animated white screen by Emperor Edutainment which has produced many educational works. The results of this study indicate that there are (1) shrinkage of characters and events; (2) changes in various characters and events; (3) Addition of events. In addition, there was a symbolic change, namely the disappearance of a ritual which was a symbol of the catastrophe presented by Calon Arang and his students, on the grounds that there was a consideration of the nature of animation created by the Emperor Edutainment channel, namely giving birth to educational programs for all ages, especially children. Thus, sensitive elements regarding tragic deaths and shows of forms of violence which are the main symbols in the story of Calon Arang must limit some of these images on purpose.

 

 


Keywords


jurnal; sastra; ekranisasi; Calon Arang; animasi legenda; legend animation, ecranization

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.26499/wdsra.v4i1.103

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


height=  

WIDYASASTRA INDEXED BY: