REALISME MAGIS DALAM CERPEN “TAMU YANG DATANG DI HARI LEBARAN” KARYA A.A. NAVIS (Magical Realism in “Tamu yang Datang di Hari Lebaran” Short Story by A.A. Navis)

Fikha Nada Naililhaq

Abstract


Realisme magis dipahami sebagai unsur estetik yang mengandung magis bercampur dengan realitas yang ada. Kajian artikel ini berdasarkan sudut pandang bahwa karya sastra tidak lepas dari kultur masyarakat dan pengarang. Makna yang terkandung dalam karya sastra ditentukan oleh nilai budaya, adat istiadat, norma, serta ideologi pengarangnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji makna realisme magis dalam cerpen Tamu yang Datang di Hari Lebaran karya A.A. Navis. Metode dalam artikel ini menggunakan metode deskriptif analisis untuk mendeskripsikan, menganalisis, dan menemukan fakta pada data yang ada. Sementara metode studi pustaka digunakan untuk mengumpulkan data untuk dianalisis. Dalam cerpen Tamu yang Datang di Hari Lebaran karya A.A. Navis terdapat ciri-ciri realisme magis, antara lain, unsur yang tidak dapat direduksi, dunia fenomenal, penggabungan antara magis dengan realitas, keraguan yang menggoyahkan tokoh, serta rusaknya batas pemisah antara ruang, waktu, dan identitas. Dalam cerpen tersebut berlandaskan kebudayaan Islam tentang berkumpul bersama keluarga pada saat hari lebaran, namun karena zaman sudah berbeda muncul kebudayaan baru yang meninggalkan kebudayaan lama.



Magical realism is known as an aesthetic element that contains magic mixed with existing reality. The study of this article is based on the point of view that literary works cannot be separated from the culture of society and the author. The meaning contained in literary works is determined by the cultural values, customs, norms, and ideology of the author. The purpose of this research is to examine the meaning of magical realism in the short stories of “Tamu yang Datang di Hari Lebaran” by A.A. Navis. The method in this article uses a descriptive analysis method to describe, analyze, and find facts on existing data. Meanwhile, the literature study method is used to collect data for analysis. In the short story of “Tamu yang Datang di Hari Lebaran” by A.A. Navis there were characteristics of magical realism, among others, irreducible elements, the phenomenal world, the amalgamation of magic with reality, doubts that shake characters, and breaking the boundaries between space, time and identity. The short story was based on Islamic culture about gathering with family during Eid, but because the time goes different to a new culture that left the old culture behind.


Keywords


realisme magis; budaya; sosial; religi; karya sastra; magical realism; culture; social; religion; literary works

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.26499/wdsra.v3i2.102

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


height=  

WIDYASASTRA INDEXED BY: